Showing posts with label aqidah akhlak. Show all posts
kebenaran adanya hari akhir
Berikut ini adalah soal dan kunci jawaban dari pertanyaan jelaskan bukti-bukti kebenaran adanya hari akhir beserta alasanmu.
Sebelum itu, pastikan para siswa terlebih dahulu telah memahami materi tentang Iman kepada Hari Kiamat pada buku PAI dan Budi Pekerti Kemendikbud Cetakan Ke-1 tahun 2015.
Dalam artikel ini akan disajikan kunci jawaban dari pertanyaan Jelaskan Bukti-bukti Kebenaran Adanya Hari Akhir Beserta Alasanmu Halaman 19.
Berikut ini adalah kunci jawaban PAI dan Budi Pekerti Jelaskan Bukti-bukti Kebenaran Adanya Hari Akhir Beserta Alasanmu yang dapat dijadikan referensi.
Terciptanya Alam Semesta.
Apabila Allah SWT mampu menciptakan seluruh komponen di alam semesta ini, maka bukanlah hal yang mustahil bagi Allah untuk menghancurkannya.
- Banyaknya tanda-tanda kiamat yang telah terjadi.
Rasulullah SAW telah meriwayatkan banyak mengenai tanda-tanda sebelum terjadinya Hari Akhir, diantaranya seperti Ajaran Islam mulai ditinggalkan, Meminum Khamr menjadi hal biasa, Perzinaan dimana-mana, Kebun Kurma Baisan yang mengering, dsb.
Banyak Dalil Naqli yang memaparkan tentang kebenaran Hari Akhir.
Salah satu dalilnya yaitu Al Qari’ah Ayat 1-11. “Hari kiamat, Apakah hari kiamat itu?, Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?, Pada hari itu hari itu manusia seperti laron yang beterbangan, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan, dst.
Pembahasan:
Imam Ath Thabari dan Ibnu Katsir berpendapat bahwa telah diperlihatkan peristiwa-peristiwa yang menakjubkan di dunia sebagaimana berikut ini:
a. Peristiwa pembunuhan yang dipermasalahkan oleh Bani Israil, akan di hidupkan kembali oleh Allah Swt. hanya dengan perantaraan daging sapi yang dipukulkan ke tubuh orang yang terbunuh (Q.S. al- Baqarah/2:72-73 ).
b. Peristiwa Nabi Ibrahim dan burung-burung yang dicincangnya kemudian diletakkan di tiap-tiap bagian di atas bukit lalu Allah Swt. berfirman: “Panggillah! niscaya mereka datang kepadamu dengan segera” (Q.S. al-Baqarah/2:260).
bersikap kreatif, produktif dan inovatif
makna bergaul dengan Allah
Di dalam Alkitab hanya dua orang yang ditulis bahwa mereka bergaul dengan Allah. Yang pertama adalah Henokh. Yang kedua adalah Nuh. Di dalam Alkitab, ekspresi “bergaul dengan Allah” menunjukkan seseorang yang taat dan berbakti kepada Allah. “Bergaul dengan Allah” berarti menjalin relasi dengan Allah sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, menghormati Allah di dalam setiap pilihan kita di setiap aspek hidup kita. Dalam Kejadian 5:22 dikatakan Henokh bergaul dengan Allah selama tiga ratus tahun, setelah ia memperanakkan Metusalah, dan ia memperanakkan anak laki-laki dan perempuan. Henokh adalah manusia pertama yang dicatat dalam pasal ini yang kisahnya tidak berakhir dengan frasa “lalu ia mati”. Di Kejadian 5:24 kembali ditegaskan bahwa Henokh bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah. Kisah ini mirip dengan kisah Elia yang diangkat Allah ke sorga (2Raj. 2:9-12).
Orang kedua yang digambarkan sebagai orang yang hidup bergaul dengan Allah adalah Nuh. Di dalam Kejadian 6: 9 dikatakan bahwa Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah. Sebagai keturunan Adam, Nuh juga adalah orang berdosa, tetapi Nuh adalah orang beriman, yang percaya akan Allah, dan menaati-Nya. Di tengah-tengah kehidupan orang sezamannya yang jahat dan tidak takut kepada Allah, Nuh merupakan orang yang hidupnya berbeda. Dia tetap menjalankan perintah Allah seperti membangun bahtera yang jelas-jelas di zaman Nuh sangat tidak masuk akal karena tidak pernah muncul hujan apalagi badai yang membawa bencana banjir. Orang-orang sezamannya menertawakannya, namun Nuh tetap percaya kepada Allah dan menaati-Nya. Inilah artinya Nuh bergaul dengan Alllah.
Melalui hidup bergaul dengan Allah, Allah memberikan anugerah di mana Henokh diangkat ke sorga tanpa harus melalui kematian; sedangkan Nuh diselamatkan dari air bah yang menghancurkan dunia. Kiranya kisah Henokh dan Nuh membangkitkan iman kita kembali untuk berani hidup bergaul dengan Allah di tengah zaman yang tidak lagi percaya dan takut akan Allah. Percayalah, Allah tidak pernah meninggalkan orang yang mengasihi-Nya. [DS]
hikmah beriman kepada hari akhir
Gramedia Literasi
Home » Agama Islam » Pengertian dan Hikmah Iman kepada Hari Akhir
Agama Islam
Pengertian dan Hikmah Iman kepada Hari Akhir
Pengertian dan DaliI Iman kepada Hari Akhir
Written by Fandy
Pengertian dan Hikmah Iman kepada Hari Akhir – Secara umum, pengertian hari akhir atau hari kiamat menurut agama Islam adalah hari hancurnya semua alam semesta ini beserta seluruh kehidupan yang ada di dalamnya. Iman kepada hari akhir adalah percaya dan meyakini bahwa seluruh alam, termasuk dunia dan seisinya, akan mengalami kehancuran.
Bagi umat Islam, memercayai hari akhir merupakan rukun iman kelima. Umat Islam wajib percaya dan yakin bahwa hari itu pasti akan datang. Kelak manusia akan dibangkitkan kembali dari kubur untuk menerima pengadilan Allah SWT.
Dalil mengenai hari akhir tercantum dalam Al-Qur’an Surah Al-Hajj ayat ke-7 yang berbunyi sebagai berikut.
“Dan sesungguhnya, (hari) kiamat itu pasti datang terjadi, tidak ada keraguan kepadanya. Dan sungguh, bahwasanya Allah SWT akan membangkitkan semua orang yang ada di dalam kubur“.
Ayat ini menegaskan bahwa hari akhir itu bukanlah omong kosong, tetapi kejadian yang benar adanya. Hanya saja, manusia tidak ada yang tahu waktu terjadinya. Ini adalah rahasia Allah SWT dan hanya Dia sajalah yang tahu. Ketika kiamat tiba, bumi akan hancur, semua makhluk mati, lalu Allah SWT menghidupkan kembali manusia dari dalam kubur.
Lalu, apakah pengertian dari hari akhir? Apa sajakah tanda-tandanya menurut Islam? Apa sajakah hikmah yang terkandung di dalamnya? Mari kita simak konten edukasi dan materi pendidikan agama Islam tentang hari akhir yang diambil dari berbagai sumber berikut.
Al-Qiyāmah (hari kebangkitan) adalah kebangkitan seluruh umat manusia dari Adam As hingga manusia terakhir. Ajaran ini sebenarnya diyakini oleh umat tiga agama samawi, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi. Al-Qiyāmah juga merupakan nama surah ke-75 di dalam kitab suci Al-Qur’an.
Kalimat kiamat di dalam bahasa Indonesia berarti “hari kehancuran dunia”. Kata ini diserap dari bahasa Arab yaum al-qiyamah, yang arti sebenarnya adalah “hari kebangkitan umat”. Adapun kalimat hari kiamat (kehancuran alam semesta beserta isinya) dalam bahasa Arab adalah as-saa’ah.
Menurut bahasa, yaum al-qiyamah berarti “hari kebangkitan umat”. Kalimat tersebut terdiri atas tiga suku kata, yaitu:
Yaum (يوم) berarti hari, masa, atau periode;
Qiyam (قيام) berarti tegak, bangkit, dan berdiri;
`Ummah (أمة) berarti umat atau bangsa.
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan kiamat berarti akhir zaman (dunia seisinya rusak binasa dan lenyap). Berdasarkan definisi tersebut, kiamat dapat diartikan sebagai proses berakhirnya keseluruhan alam semesta beserta segala isinya.
Secara istilah, yaumul qiyamah sering diartikan hari kiamat (kehancuran alam semesta beserta isinya). Yaumul qiyamah sama halnya dengan yawm ad-din yang artinya suatu periode (masa) ketika terjadi kebangkitan sebuah komunitas umat manusia, yang hidup berdasarkan dinullah (agama Allah SWT).
peristiwa yang berhubungan dengan hari akhir
Home Lainnya
Peristiwa Yang Berhubungan dengan Hari Akhir
PARTS
» Macam-Macam Hari Akhir BG A. Akhlak 9 (Edisi 2016)
» Nama-Nama Lain Hari Akhir
» Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir Persiapan
» Pelaksanaan BG A. Akhlak 9 (Edisi 2016)
Show more
9 Akidah Akhlak Kelas 9 Ayat di atas menunjukkan kebenaran akan datangnya kiamat dengan tanda-tandanya yang sangat dahsyat, tanda-tanda besar hadirnya kiamat ini merupakan puncak berakhirnya kehidupan makhluk hidup di alam dunia. Tidak ada satupun makhluk yang bisa menghindar dari akibat terjadinya kiamat, sebab kiamat inilah akhir dari segala kehidupan yang selanjutnya seluruh manusia sejak zaman Nabi Adam as hingga datangnya kiamat ini akan mempertanggungjawabkan semua yang telah dilakukan di dunia sekecil apapun. Adapun tanda-tanda datangnya kiamat tersebut adalah: 1. Terbelahnya bulan 2. Matahari terbit dari arah terbenamnya 3. Keluarnya Dukhan asap beracun dari perut bumi yang membinasakan umat manusia 4. Seringnya terjadi peristiwa gempa bumi 5. Keluarnya hewan yang aneh dari dalam bumi 6. Keluarnya api dari dasar bumi yang membinasakan manusia Tanda-tanda di atas tidak seorangpun yang mengetahui kapan akan terjadi, namun demikian wajiblah bagi umat muslim yang beriman untuk meyakini dan mempercayai bahwa tanda-tanda di atas tersebut akan terjadi, sehingga saat tanda-tanda itu terjadi maka pintu kebaikanpun semakin tertutup dan dunia semakin rusak serta tidak bias dikendalikan oleh kekuatan apapun, di luar kekuatan Allah swt.
6. Peristiwa Yang Berhubungan dengan Hari Akhir
a. Alam Barzakh
Alam barzah juga disebut alam kubur. Yaitu alam yang membatasi antara alam dunia dan akhirat, di alam barzah manusia sudah dapat merasakan balasan amal baik dan buruk. Firman Allah swt: ِم ْوــَي َلِإ ٌخَزْ َب� ْمــِ ِأ�ا َر َو ْنــ ِمَو اــَه ُلِئاَق َوــُه ٌةــََِك اــََن�ِإ َك ُتــْكََت� اــَمي�ِف اــ ً ِلاَص ُلــَ ْعَأ ي ِىــَعَل ٠٠١ َنوــُث َعْبُي Artinya : Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan QS. Al-Mukminun ayat 100
b. Yaumul Ba’ts
akidah akhlak guru klas 9__revisi.indd 9 61616 5:36 PM 10 Buku Guru Madrasah Tsanawiyah Yaumul ba’ts artinya hari kebangkitan, yaitu hari bangkitnya kembali seluruh umat manusia sejak Nabi Adam as. hingga manusia terakhir dari alam. Firman Allah swt: ُم ْوــَي ا َذــ َ َن� ِثــ ْعَبْلا ِم ْوــَي َلِإ ِ َلا ِباــَتِك ي ِن� ْ ُت�ــ ْ ث ِب َل ْدــَقَل َناــَ ي� ِإْلاَو َْمــِعْلا اوــُتوُأ َن ي� ِذــَلا َلاــَقَو َنوــَُلْعَت َل ْ ُت�ــنُك ْ ُكــَنِكَلَو ِثــْعَبْلا Artinya: dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan kepada orang- orang yang kair: “Sesungguhnya kamu telah berdiam dalam kubur menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; Maka Inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakininya .”
c. Yaumul Mahsyar
Yaumul Mahsyar adalah hari berkumpulnya seluruh umat manusia. Setelah dibangkitkan dari alam kubur, manusia digiring dan dikumpulkan di padang mahsyar, yakni tanah lapang yang datar di mana manusia akan berkumpul sesuai dengan keadaan amal dan perbuatan semasa hidupnya. Firman Allah swt ٧٤ ا ًد َح َ أ ْمُ ْن� ِم ْر ِدا َغُن ْ َمَف ْ ُه َن� ْ َش� َحَو ًة َز ِر َب� َضْر ألا ىَ َت�َو َلاَبِبْلا ُ ِير َسُن َمْوَي َو Artinya : dan ingatlah akan hari yang ketika itu Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka. QS.al-Kahi: 47 ٦ ْم ُ َلاَ ْع َ أ اْو َ ُيرِل ًت�اَت ْش َ أ ُساَنلا ُر ُد ْصَي ٍذِئ َمْوَي Artinya : Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka balasan pekerjaan mereka QS. Al-Zalzalah: 6
d. Yaumul Mizan
Yaumul Mizan yaitu hari penimbangan amal baik dan amal buruk yang dilakukan manusia selama hidupnya. Firman Allah swt. ْنــ ِم ٍةــَب َح َلاــ َقْث ِم َن َك ْنِإ َو اًئْيــ َش ٌســْفَن ُ َمــ ْظُت اــَف ِةــَماَيِقْلا ِم ْوــَيِل َطــ ْسِقْلا َن ي�ِزاَوــَ ْلا ُعــَضَنَو ٧٤ َن ي� ِبــ ِسا َح اــَنِب َنىــَك َو اــَ ِب� اــَنْيَت َ أ ٍلَد ْرــ َخ Artinya : Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika amalan itu hanya seberat biji Sawipun pasti Kami mendatangkan pahala nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan . QS. Al- Anbiya: 47 akidah akhlak guru klas 9__revisi.indd 10 61616 5:36 PM 11 Akidah Akhlak Kelas 9
e. Yaumul Hisab
Yaumul hisab artinya hari perhitungan amal baik dan buruk yang dilakukan selama hidupnya. Pada saat seperti itu seluruh manusia tidak akan bisa memungkiri tentang apa yang telah tertulis dalam catatan amal yang ada. Firman Allah swt. ٧١ ِبا َسِ ْلا ُعي ِ َ� َ َلا َنِإ َمْوَيْلا َْمُظ ل ْتَب َسَك اَ ِب� ٍسْفَن ُ ُك ىَزْبُت� َمْوَيْلا Artinya : Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah swt amat cepat hisabnya . QS. Al- Mukmin: 17
f. Shirath
Shirath adalah titian penentu dari setiap manusia setelah diperhitungkan dan ditimbang perbuatan baik- buruknya. Shirath merupakan titian yang akan dilalui oleh seluruh umat manusia untuk menuju ke tempat yang telah ditentukan oleh Allah swt,. Digambarkan bahwa jembatan titian tersebut terbentang di atas permukaan neraka Jahanam yang sangat licin, memiliki kait, cakar dan duri. Setelah melewati masa di Mahsyar, kaum Muslim akan dibentangkan shirath bagi mereka di atas Jahannam sehingga mereka melintasi di atasnya dengan kecepatan sesuai dengan kadar keimanan mereka Di titian inilah manusia akan menentukan nasibnya sendiri melalui amal perbuatan yang telah dilakukan selama di dunia, ada yang melewatinya dengan mudah dan cepat, ada yang melewatinya dengan susah sehingga belum sampai di ujung manusia sudah terjatuh ke dalam neraka yang ada di bawahnya.
g. Surga dan Neraka
Surga dan neraka adalah tempat terakhir yang diciptakan oleh Allah swt untuk memberikan balasan atas perbuatan manusia semasa di dunia. Surga adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan pada Hari Akhir kelak, disediakan oleh Allah swt untuk orang yang bertaqwa. َنوــُل ُخ ْدَي ُةــَكِئا َ ْلاَو ْمــِ ِت� َي� ِر ُذَو ْمــِ ِب�اَوْزَأَو ْمــِِأ� َب�آ ْنــِم َحــَلَص ْنــَمَو اــََن�وُل ُخ ْدَي ٍن ْدــَع ُتاــَن َج ٤٢ ِرا َدــلا َبىــ ْقُع َمــْعِنَف ْ ُت�ْ َبرــ َص اــَ ِب� ْ ُكــْيَلَع ٌماــ َس٣٢ ٍب َب� ِ ُك ْنــِم ْمــِْي�َلَع Artinya : Sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; sambil mengucapkan: “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu . QS. Ar-Ra’d ayat 23-24 Neraka adalah tempat yang penuh penderitaan dan siksaan di akhirat kelak sebagai balasan perbutan buruk bagi orang-orang durhaka kepada Allah swt. akidah akhlak guru klas 9__revisi.indd 11 61616 5:36 PM 12 Buku Guru Madrasah Tsanawiyah اــَهَ ْيرَغ ا ًدوــُل ُج ْ ُهاــَنْل َدَب ْ ُه ُدوــُل ُج ْتــ َج ِضَن اــَ َ ُك ا ًر َن� ْمــِ ي�ِل ْصُن َفْوــ َس اــَنِت َي�آِب� اوُرــَفَك َن ي� ِذــَلا َنِإ ٦٥ اــ ًمي�ِك َح اًن ي� ِزــَع َن َك َ َلا َنِإ َبا َذــَعْلا اوــُقو ُذَيِل Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang kair kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana QS. An-Nisa ayat 56 Secara visual neraka dan surga tidak dapat di gambarkan melalui media apapun, sebab ke dua tempat itu adalah hak penuh Allah swt atas selauruh makhluk di dunia ini. Allah swt hanya memberikan gambaran tentang keadaan yang terjadi di dua tempat tersebut yaitu neraka dan surga. Adapun gambar-gambar yang kita lihat melalui berbagai media merupakan ilustrasi keadaan sebenarnya yang akan terjadi dan kita jumpai kelak. Dengan demikian diharapkan kita selalu memiliki rasa takut akan adzab Allah swt di neraka dan selalu berharap akan kenikmatan- kenikmatan surga yang telah dijanjikan kepada kita.
macam macam dan nama lain hari akhir
yaumul khulud adalah nama lain hari kiamat yang artinya adalah hari yang kekal. Nama lain untuk hari kiamat ini bisa dibaca dalam Al Quran surat Qaf ayat 34,
ٱدْخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ ٱلْخُلُودِ
Arab latin: Udkhulụhā bisalām, żālika yaumul-khulụd
Artinya: "Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan.
Hari kiamat atau hari akhir adalah saat hancurnya kehidupan serta semua yang ada di alam semesta. Kehancuran berujung hari yang kekal, saat manusia mendapat balasan atas semua yang dilakukan di dunia.
detikEdu
Home
Sekolah
Perguruan Tinggi
Beasiswa
Edutainment
Seleksi Masuk PT
Detikpedia
Foto
Video
Infografis
Indeks
detikEdu
DetikPedia
Arti Yaumul Khulud dan 16 Nama Lain Hari Kiamat
Rosmha Widiyani - detikEdu
Jumat, 01 Okt 2021 12:00 WIB
BAGIKAN
Komentar
kiamat
Foto: via Brainberries/Arti Yaumul Khulud dan 16 Nama Lain Hari Kiamat.
Jakarta - Yaumul Khulud adalah nama lain hari kiamat yang artinya adalah hari yang kekal. Nama lain untuk hari kiamat ini bisa dibaca dalam Al Quran surat Qaf ayat 34,
ٱدْخُلُوهَا بِسَلَٰمٍ ۖ ذَٰلِكَ يَوْمُ ٱلْخُلُودِ
Arab latin: Udkhulụhā bisalām, żālika yaumul-khulụd
Artinya: "Masukilah surga itu dengan aman, itulah hari kekekalan."
Hari kiamat atau hari akhir adalah saat hancurnya kehidupan serta semua yang ada di alam semesta. Kehancuran berujung hari yang kekal, saat manusia mendapat balasan atas semua yang dilakukan di dunia.
Baca juga:
Pengertian Hari Akhir Menurut Agama Islam dan Tanda-tandanya
Arti Yaumul Khulud mengingatkan muslim pentingnya iman pada hari kiamat. Dikutip dari Buku PAI untuk SMP kelas 9 yang ditulis Dr Marzuki, MAg, mengimani hari akhir berarti membenarkan dengan sepenuh hati adanya kehidupan setelah di dunia.
Kehidupan ini besifat abadi dan di fase inilah manusia akan memperoleh kepastian. Manusia bisa hidup berhasil dan bahagia, atau sebaliknya celaka dan sengsara. Kepastian ini bergantung dari semua yang dilakukannya saat menjalani kehidupan dunia.
Selain Yaumul Khulud, hari kiamat masih memiliki sebutan yang lain. Berikut daftarnya.
16 nama lain hari kiamat
Yaumul Qiyamah atau hari kiamat
Yaumul Mahsyar atau hari berkumpul
Yaumul Hisab atau hari perhitungan
Yaumuz Zilzalah atau hari kegempaan (goncangan)
Yaumul Waqi'ah atau hari kejatuhan
Yaumul Qari'ah atau hari keributan
Yaumul Ghasyiyah atau hari pembalasan
Yaumul Haqqah atau hari kepastian
Yaumut Tammah atau hari bencana agung
Yaumul Jaza' atau hari pembalasan
Yaumul Wa'id atau hari ancaman
Yaumul Mizan atau hari pertimbangan
Yaumul Jami' atau hari pengumpulan
Yaumut Taghabun atau hari terbukanya segala kecurangan
Yaumul Ba'ts atau hari kebangkitan
Yaumud Din atau hari perhitungan.
Beriman kepada hari akhir adalah butir kelima dari rukun iman. Namun iman pada hari kiamat kerap disebut berurutan setelah iman kepada Allah SWT. Misalnya dalam Al Baqarah 177,
لَّيْسَ ٱلْبِرَّ أَن تُوَلُّوا۟ وُجُوهَكُمْ قِبَلَ ٱلْمَشْرِقِ وَٱلْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلْكِتَٰبِ وَٱلنَّبِيِّ
Arab latin: Laisal-birra an tuwallụ wujụhakum qibalal-masyriqi wal-magribi wa lākinnal-birra man āmana billāhi wal-yaumil-ākhiri wal-malā`ikati wal-kitābi wan-nabiyyīn
Artinya: "Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi..."
"Hal ini menunjukkan keterkaitan yang sangat erat antara iman kepada Allah dengan hari akhir," tulis buku karangan dosen PKn dan Hukum Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta (FIS UNY).
Dengan mengetahui arti nama lain hari kiamat Yaumul Khulud dan sebutan lainnya untuk hari akhir, semoga bisa meningkatkan keimanan pada Allah SWT.
kebenaran adanya hari akhir
Quraish Shihab dalam Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat menjelaskan, demi tegaknya keadilan, harus ada satu kehidupan baru di mana semua pihak akan memperoleh secara adil dan sempurna hasil-hasil perbuatan yang didasarkan atas pilihannya masing-masing.
Bukti Kebenaran Adanya Hari Akhir Menurut Alquran
Masih banyak umat yang tak sabar dan tidak sabar menunggu agar perhitungan, ganjaran dan balasan diadakan segera paling tidak di dunia ini. Namun, mereka sering kali lupa kalau hidup dan mati adalah sebuah ujian dari Allah SWT, seperti halnya ayat di bawah ini:
ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ
(Allah) yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapakah di antara kamu yang paling baik amalnya (QS Al-Mulk [67]: 2).
Ayat Al-Quran yang menjelaskan hakikat di atas, antara lain:
إِنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍۭ بِمَا تَسْعَىٰ
“Sesungguhnya saat (hari kiamat) akan datang. Aku dengan sengaja merahasiakan (waktu)-nya. Agar setiap jiwa diberi balasan (dan ganjaran) sesuai hasil usahanya.” (QS Thaha [20]: 15).
Tanda-tanda kiamat dalam ayat ini disebut sebagai tanda-tanda kiamat kubra (hari akhir). Dalam sebuah hadits di atas, Rasulullah memberikan tanda-tanda hari kiamat sebagai berikut:
1. Munculnya kabut (dukhan).
2. Munculnya Dajjal
3. Munculnya Dabbah Keempat,
4. Terbitnya matahari dari barat.
5. Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj Keenam,
6. Munculnya Isa bin Maryam
7. Adanya tiga gerhana di timur.
8. Adanya gerhana di barat.
9. Adanya gerhana di jazirah Arab.
10. Adanya api yang muncul dari Yaman kemudian menggiring manusia menuju tempat berkumpul.
Sudah sepatutnya kita semakin banyak beramal sholeh setelah mengetahui bukti kebenaran adanya hari akhir. Sebelum perhitungan amal itu tiba, mari memperbanyak pahala di dunia
pengertian beriman kepada hari akhir
Umat Islam wajib percaya dan yakin bahwa hari akhir atau hari kiamat itu pasti akan datang. Kelak manusia akan dibangkitkan kembali dari kubur untuk menerima pengadilan Allah swt. Perhatikan firman Allah berikut:
Artinya: "Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur." (QS. al-Hajj/22: 7).
Ayat ini menegaskan bahwa hari Kiamat itu bukanlah omong kosong, tapi kejadian yang benar adanya. Hanya saja, manusia tidak ada yang tahu, kapan itu akan terjadi. Ini adalah rahasia Allah swt. Hanya Allah yang Maha Tahu kapan hari Kiamat akan terjadi. Ketika kiamat tiba, bumi akan hancur, semua makhluk mati, lalu Allah menghidupkan kembali manusia dari dalam kubur.
Iman kepada hari kiamat adalah percaya dan meyakini bahwa seluruh alam termasuk dunia dan seisinya akan mengalami kehancuran. Hari akhir ditandai dengan ditiupnya terompet Malaikat Israfil. Dijelaskan bahwa pada hari itu daratan, lautan dan benda-benda di langit porak-poranda. Gunung-gunung meletus, hancur, dan berhamburan. Bumi berguncang dan memuntahkan isi perutnya. Lautan meluap dan menumpahkan seluruh isinya. Benda-benda yang ada di langit bergerak tanpa kendali. Bintang, planet, dan bulan saling bertabrakan.
DUA MACAM KIAMAT
Para ulama mengelompokkan kiamat menjadi dua macam, yaitu:
a. Kiamat Shughra (Kiamat Kecil)
Yaitu terjadinya kematian yang menimpa sebagian umat manusia. Misalnya: matinya seseorang karena sakit, kecelakaan, musibah tsunami, banjir, tanah longsor, dan sebagainya.
b. Kiamat Kubra (Kiamat Besar)
Yaitu terjadinya kematian dan kehancuran yang menimpa seluruh alam semesta. Dunia porak-poranda, rusak, dan hancur. Kehidupan manusia akan berganti dengan alam yang baru yakni alam akhirat.
meneladani perjuangan Aisyah R.A
1. Cerdas
Siti Aisyah merupakan sosok wanita yang cerdas. Aisyah mewarisi kecerdasan sang ayah, Abu Bakar. Saking cerdasnya Aisyah, ia meriwayatkan banyak hadits-hadits Nabi.
"Termasuk orang yang paling banyak meriwayatkan hadits," kata Buya Yahya dalam YouTube Al-Bahjah TV.
Mengutip buku Aisyah: Kekasih yang Terindah karya Sa'id Al A'zhami, Aisyah memiliki pemahaman yang mendalam tentang persoalan agama. Ia juga mampu merumuskan hukum untuk situasi-situasi baru.
2. Pemberani
Aisyah adalah wanita yang pemberani, kokoh, tegar, serta tidak pengecut. Sebagai istri Rasul, ia sering ikut terjun ke medan perang. Aisyah bersama perempuan muslim lainnya memberi minum kepada orang-orang yang terluka akibat perang.
3. Baik dan murah hati
Dikutip dari buku berjudul Aisyah yang ditulis oleh Sulaiman An-Nadawi, Aisyah sering meminjamkan satu bajunya yang paling bagus untuk para pengantin untuk pesta pernikahan. Selain itu, Aisyah juga mengurus dan merawat anak-anak yatim umat Islam.
Aisyah merawat dan menyayangi anak-anak yatim itu. Bahkan, hingga menikahkan mereka.
4. Sering membantu kaum perempuan
Sebagai istri Rasulullah, Aisyah sadar bahwa ia memiliki tanggung jawab untuk membantu kaum muslimin. Ia selalu menjaga agar melakukan tanggung jawab ini dengan baik.
Setiap kali ada perempuan yang butuh bantuannya, Aisyah tak segan untuk menolong mereka. Ia juga yang menjadi perantara menyampaikan masalah perempuan itu kepada Rasulullah.
5. Taat kepada suami
Aisyah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Rasulullah. Ia juga berusaha melakukan hal-hal yang menyenangkan dan membuat Nabi ridha. Aisyah sangat menjaga kerabat Rasulullah dan tidak menolak permintaan mereka.
6. Sosok yang sederhana
Menjadi istri Nabi tidak membuat Aisyah menjadi sombong. Sebaliknya, ia terbilang sangat sederhana. Bahkan, ia hanya memiliki beberapa potong baju untuk dipakai sehari-hari.
Aisyah dan Nabi Muhammad tidak tinggal di istana yang besar dan mewah. Aisyah tinggal di sebuah rumah yang dindingnya terbuat dari tanah liat dan atapnya dari pelepah daun kurma.
Ia tidak pernah tergoda untuk meminta harta yang lebih. Aisyah tidak masalah tinggal di rumah sederhana.
meneladani perjuangan Umar bin Khattab
adab bergaul
Muhammad Awwamah dalam Adab al-Ikhtilaf fi Masail al-Ilmi wa ad-Din menjelaskan, adab mencakup segala keutamaan (fadhail) serta akhlak mulia. Dalam buku yang sama, Abu Zaid al-Anshari menyebutkan, adab lahir dari apa yang dikerjakan secara berulang. Dengan adab, manusia bisa mendapatkan keutamaan.
Makna adab juga dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan at Tirmidzi. Nabi Muhammad SAW bersabda: "Jika seseorang mendidik anaknya (menjadikan anaknya beradab) maka itu lebih baik baginya daripada bersedekah setiap harinya setengah sha." (HR. at-Tirmidzi)
"Sebaik-baiknya yang diwariskan oleh para di antara mereka, adab yang baik dan nama yang terpuji. Hal itu lebih baik daripada tumpukan dinar dan berlembar-lembar kertas, kelak pada hari-hari yang berat dan meletihkan. Kedua urusan itu seolah tak lagi peduli kepada kedua, sebaliknya, adab yang shalih dan nama yang terpuji akan selalu membersamai mereka hingga hari perjumpaan kelak. Sesungguhnya pendidikan adab itu wahai anakku, boleh jadi ia dianggap sepele saat ini. Tapi kelak, ia adalah sesuatu yang sangat besar lagi dibutuhkan nantinya
kerja keras
Kerja keras merupakan sebuah perbuatan yang mulia. Kerja keras bisa bermakna seseorang melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh untuk bisa mendapatkan apa yang dia inginkan. Tujuan yang ingin dicapai dari kerja keras bisa berbagai macam. Bisa dengan tujuan mencari rejeki, belajar, berkarya, karir, dan lain sebagainya.
Jika kita melihat ke sekitar di kehidupan kita sehari-hari, begitu banyak kita melihat orang yang bekerja sangat keras siang dan malam demi untuk mendapatkan rejeki. Lebih banyak lagi orang yang terlihat seakan-akan mendedikasikan hidupnya hanya untuk mencari kesejahteraan hidupnya di dunia, hingga melupakan ibadah dan ‘investasi’ untuk kehidupan akhiratnya kelak.
Lalu, bagaimana Islam memandang hal ini? Apakah Islam melarang manusia untuk bekerja keras dalam kehidupan dunia? Lalu, bagaimana bentuk kerja keras dalam Islam? Di pembahasan kali ini, kita akan belajar bagaimana kerja keras dalam Islam.
Pandangan Islam tentang Kerja Keras
Kerja keras termasuk salah satu hal yang diajarkan oleh ajaran Islam. Bahkan, umat Islam diwajibkan untuk selalu bekerja keras. Kewajiban untuk selalu bekerja keras ini terdapat dalam al Quran, surat al Qashash ayat 77, “Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah Dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah Berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak Menyukai orang yang berbuat kerusakan”. (Baca juga: Hak dan Kewajiban dalam Islam)
Dari ayat al Quran di atas, kita mengetahui bahwa kerja keras ternyata juga diwajibkan dalam Islam, bahkan dalam kegiatan duniawi. Di ayat tersebut kita diajarkan untuk tidak boleh hanya memikirkan kehidupan akhirat saja, melainkan kita juga harus memperjuangkan kehidupan kita di dunia. Kedua hal ini, dunia dan akhirat, harus seimbang diperjuangkan, tidak berat sebelah. Sangat baik untuk kita memaksimalkan ibadah kita untuk akhirat dan sangat baik pula kita untuk bekerja keras pula untuk kesejahteraan hidup kita di dunia.
menuntut ilmu
Pengertian Menuntut Ilmu
Menuntut ilmu memiliki arti ikhtiar atau sebuah usaha dalam mempelajari sebuah ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat dengan tujuan agar ilmu tersebut dapat bermanfaat untuk dirinya dan juga untuk orang lain.
Ilmu dunia berfungsi untuk memudahkan dalam hidup di dunia, sedangkan untuk ilmu akhirat sendiri dicari agar manusia dapat memiliki tuntutan serta tidak tersesat dalam sebuah kebatilan. Karena dalam manusia sejatinya tujuan akhirnya yaitu akhirat, serta untuk bisa mendapatkan akhirat tentu perlu harus belajar dalam ilmu agama.
Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
“Wahai Abu Dzar, Sesungguhnya pada kepergianmu pagi hari untuk dapat mempelajari satu ayat dari kitab Allah itu lebih baik untuk mu dari pada kamu Shalat sebanyak seratus rakaat. Dan sesungguhnya dalam kepergianmu pada pagi hari untuk mempelajari satu bab dari sebuah ilmu, baik diamalkan maupun tidak, itu akan lebih baik untukmu daripada shalat seribu rakaat.”
Kewajiban Menuntut Ilmu
Tidak sedikit ayat dalam Al Qur’an serta hadis Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam yang mengutamakan wajibnya belajar. Bahkan dalam kedudukan orang yang sedang menuntut ilmu disamakan dengan orang yang sedang berjihad.
Mengutip dalam buku Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas X, coba perhatikan dalam wahyu pertama yang telah diturunkan Allah Subhanahu wata’ala kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wassalam yang artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia juga yang telah menciptakan antara manusia dari segumpal darah. Bacalah, seta Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajarkan (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya,” (Q.S. al-‘Alaq/96:1-5).
Kewajiban Menuntut Ilmu
Tidak sedikit ayat dalam Al Qur’an serta hadis Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam yang mengutamakan wajibnya belajar. Bahkan dalam kedudukan orang yang sedang menuntut ilmu disamakan dengan orang yang sedang berjihad.
Mengutip dalam buku Pendidikan Agama Islam (PAI) Kelas X, coba perhatikan dalam wahyu pertama yang telah diturunkan Allah Subhanahu wata’ala kepada Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wassalam yang artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia juga yang telah menciptakan antara manusia dari segumpal darah. Bacalah, seta Tuhanmulah Yang Mahamulia. Yang mengajarkan (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya,” (Q.S. al-‘Alaq/96:1-5).