Showing posts with label Indonesia. Show all posts
mengungkapkan kritik, sanggahan, atau pujian dalam teks tanggapan
Mengungkapkan teks tanggapan dalam bentuk kritik, sanggahan, pujian merupakan materi pelajaran keempat untuk jenis teks tanggapan.
Materi ini tergolong ke dalam kompetensi dasar keterampilan. Keterampilan yang dituntut adalah peserta didik dapat mengungkapkan teks tanggapan dalam bentuk kritik , sanggahan, pujian dengan benar.
Mengungkapkan Teks Tanggapan dalam Bentuk Kritik, Sanggahan, Pujian
Tanggapan berupa kritikan atau pujian merupakan hasil dari analisis dan evaluasi.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengertian , perhatian, sensitivitas, dan kualitas dari suatu pekerjaan atau tindakan. Oleh karena itu, kritik sangat diperlukan.
Pada umumnya, manusia lebih suka dipuji daripada dikritik. Namun, untuk orang yang ingin berkembang, mereka tentu siap menerima kritik dan juga siap mengkritik orang lain.
Setiap kritik yang baik akan membimbing seseorang ke arah yang lebih baik.
Dengan demikian, tujuan kritik bukan untuk menjatuhkan, melainkan untuk meningkatkan dan sebagai bahan perbaikan.
Tata Cara Mengkritik
1. Cara Kue lapis
Seperti halnya kue lapis, ada tiga bagian dalam memberi kritik. Tunjukkan poin yang kurang baik atau yang lemah di antara dua poin yang baik.
Tujuannya adalah untuk menjaga dari perasaan diserang dan memberikan kesan bersahabat.
Contoh tanggapan kritik yang baik.
“Tulisanmu cukup baik. Akan lebih baik lagi kalau tulisan kamu ditambah dengan data yang akurat. Jika kamu dapat menambah tulisanmu dengan data yang akurat, tulisan kamu saya beri nilai 90.”
Bandingkan kalimat kritik tersebut dengan kalimat kritik berikut ini “Tulisan kamu jelek, tidak pantas ditampilkan.”
2. Gunakan bahasa yang santun
Dengan bahasa yang santun, orang akan mau mendengar dan mau melaksanakan.
Namun, jika menggunakan bahasa yang kasar, sama saja kamu menciptakan musuh baru.
3. Kritiklah tulisan atau tindakannya, bukan orangnya
Dengan mengkritik tulisan atau tindakan, berarti kita menunjukkan poin yang jelas.
Selain itu, berarti kita memebrikan kritik secara objektif bukan subjektif.
Hindari kata-kata yang tidak perlu, seperti: penulis tidak mengerti masalah yang dibahas dalam tulisannya.
4. Berikan simpulan dan cara melakukan kritik atau saran tahap demi tahap
Sebuah kritik yang bagus, sebaiknya memberi simpulan di akhir. Tujuannya untuk menekankan dan menjelaskan poin utama dari kritik kita.
menelaah struktur dan ciri kebahasaan teks tanggapan
A. Menelaah Struktur Teks Tanggapan
Teks tanggapan baik tanggapan mendukung maupun menolak yang sudah ada dapat disampaikan melalui bahasa lisan dan tulisan.
Tanggapan dapat berupa pernyataan setuju, tidak setuju, suka, tidak suka, atau menambahkan pendapat.
Tanggapan yang di keluarkan harus bersifat objektif dan disertai dengan alasan yang logis .
Ada beberapa hal yang harus di perhatikan ketika mengemukakan tanggapan. Cara mengemukakan tanggapan sebagai berikut
à Tanggapan berhubungan dengan masalah yang sedang di bicarakan.
tanggapan dapat mempercepat pemahaman masalah
tanggapan tidak mengulangi pendapat yang pernah di sampaikan peserta lain
teks tanggapan di sampaikan dengan kata atau kalimat yang tepat
tanggapan di sampaikan dengan sikap terbuka dan sopan.
Teks tanggapan di susun dengan struktur yang terdiri atas evaluasi, deskripsi teks, dan penegasan ulang pendapat.
1.Evaluasi
Bagian evaluasi bertujuan untuk menarik perhatian pembaca, memusatkan perhatian pembaca pada pendapat yang akan di sampaikan.
Bisa juga, menunjukkan dasar-dasar mengapa pendapatan di kemukakan. Pada bagian ini juga berisi tentang pernyataan umum yang di sampaikan penulis.
2. Deskripsi Teks
Bagian deskripsi teks bertujuan untuk membuktikan kebenaran yang akan di sampaikand alam paragraf tanggapan kritis sehingga kesimpulan yang akan dicapai juga benar.
Kebenaran yang disampaikan dalam bagian deskripsi teks harus dianalisis, disusun, dan dikemukakan dengan mengadakan observasi, eksperimen, penyusun fakta, dan jelas pikiran yang logis.
Deskripsi teks merupakan bagian tengah teks yang berisi informasi tentang alasan yang mendukung pernyataan dan yang menolak pernyataan
3. Penegasan Ulang
Bagian penegas ulang pendapat berisi tentang pengulangan pernyataan yang digunakan untuk meyakinkan pembaca tentang kebenaran pada bagian deskripsi teks.
Penegasan ulang merupakan bagian akhir teks yang berisi penegasan ulang terhadap apa yang sudah dilakukan dan di putuskan.
1. Evaluasi
Di zaman yang modern seperti ini, Internet telah menjadi keperluan primer yang tidak dapat dilepaskan dari seluruh aktivitas masyarakat umum, khususnya untuk kalangan pelajar.
Hal ini dapat kita buktikan dengan banyaknya warung intenet atau dapat disebut dengan warnet.
Yang memberikan pelayanan berupa akses internet dengan super cepat dan mudah untuk keperluan lainnya
Di samping itu, internet juga telah di akses melalui PC yang di sambungkan memakai smartpone.
Perkembangan intenet ini adalah salah satu dampak dari perkembangan teknologi yang sekarang ini sedang terjadi .
Perkembangan internal ini juga membawa dampak dan pengaruh kepada kondisi psikologis pada remaja.
2. Deskripsi Teks
Untuk menanggapi terdapat nya peristiwa ini, akan lebih baik lagi kita tidak melihat nya hanya dari satu sisi dan satu perspektif saja.
Supaya kita tidak terjebak di dalam penyalahgunaan Internet, apalagi kalau seorang pelajar.
Internet juga dapat menyebabkan efek kecanduan atau ketergantungan sehingga untuk dapat lepas dari pemakaian Internet akan terasa lebih sulit. Sehingga untuk ber sosialisasi kita akan terasa sulit
Walaupun kedua fakta itu cukup logis dan masuk akal, seorang pelajar kita dituntut supaya dapat mempertanggungjawabkan tindakan kita pada saat memakai internet.
Dengan kata lain, kita harus memakai internet dengan benar dan sewajarnya.
Pendapat yang pertama memang sudah menjelaskan jika internet dapat melengkapi senjata untuk menemukan informasi dan pengetahuan di dalam lingkup yang global.
Hal ini dibuktikan kembali melalui berkembangnya media sosial yang terkadang menuntut kita untuk saling bertukar foto dan mengirimkan pesan dalam jarak yang jauh.
3. Penegasan ulang
Sampai akhirnya sebagian orang sangat setuju kalau ada pendapat yang mengatakan jika Internet memberikan dampak yang positif.
Namun, pendapat seperti ini juga masih perlu dikaji ulang memakai metode akademik.
Sebab perkembangan Internet ini juga ada banyak dampak negatif yang didapatkan kalangan remaja pada saat mereka salah memanfaatkan teknologi ini.
Dari pembahasan di atas, kita dapat menyimpulkan jika tanggung jawab dari remaja itu sendiri untuk memakai Internet secara tepat sasaran sangat di butuhkan.
B. Kebahasaan dalam Teks Tanggapan
Unsur Kebahasaan yang terdapat dalam teks tanggapan adalah kalimat simpleks atau kalimat tunggal, kalimat kompleks atau kalimat majemuk, konjugasi, rujukan kata dan pilihlah kata.
a. Kalimat Simpleks
Kalimat Simpleks adalah kalimat yang dibentuk oleh fungsi fungsi pokok. Sering disebut sebagai kalimat tunggal.
Kalimat Simpleks pada umumnya hanya tersusun atas subjek (S), predikat (P), objek (O ), pelengkap (Pel).
Setiap fungsi dari kalimat itu pun belum mengalami perluasan, baik berupa perluasan subjek, predikat, objek ataupun pelengkap.
2. Kalimat kompleks
Kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu struktur dan satu verba utama karena di dalam kalimat ini terkandung lebih dari satu aksi (predikat), peristiwa, atau keadaan.
Untuk kalimat kompleks ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu kalimat kompleks parataktik, dan hipotaktik
a ) Kalimat kompleks Parataktik
Kalimat kompleks parataktik adalah kalimat kompleks yang terdiri atas dua struktur yang memiliki makna setara atau sejajar. Contoh konjugasi kalimat kompleks Parataktik adalah “dan, tetapi, atau “
b) Kalimat kompleks Hipotaktik
Kalimat kompleks hipotaktik adalah kalimat kompleks yang terdiri atas dua struktur yang maknanya bersifat tidak setara atau sejajar yang digabungkan menjadi satu. Kalimat mengunakan konjugasi “apabila, jika, karena, ketika “
3. Konjugasi
Konjugasi adalah kata kata yang digunakan untuk menghubungkan kata dengan kata, klausa dengan klausa , kalimat dengan kalimat.
4. Rujukan kata
Rujukan kata yaitu satu kata merujuk pada kata lain yang memperlihatkan keterkaitan.
Selain itu, Rujukan kata berhubungan dengan kata ganti (kata ganti orang, kepunyaan, dan penunjuk.
5. Pilihan kata
Diksi atau pilihan kata mencakup pergantian kata-kata yang harus dipakai.
hal in bertujuan untuk mencapai satu gagasan, membentuk pengelompokan, kata yang tepat atau menggunakan ungkapan yang paling baik digunakan dalam suatu situasi.
Diksi juga diartikan sebagai kejelasan wicara, seni wicara, agar kata yang dimaksud bisa di pahami sepenuhnya.
Selain itu, diksi juga menyangkut pelafalan (pronuncitation) dan artikulasi.
mengidentifikasi informasi berupa kritik atau pujian teks tanggapan
Mengenal Teks Tanggapan
Teks tanggapan merupakan jenis teks yang digunakan untuk meringkas, menganalisis, dan menanggapi suatu teks, seperti teks sastra, artikel, berita, ataupun karya seni pertunjukkan. Di dalam teks tanggapan terdapat pula penilaian berupa kritik dan pujian. Tujuan dari teks tanggapan adalah untuk memberikan penilaian tentang kelebihan dan kekurangan dari sebuah teks yang juga disertai dengan saran. Penilaian yang dilakukan haruslah objektif, sopan, logis, dan jelas.
Nah, teks tanggapan memiliki beberapa ciri, yaitu sebagai berikut:
Jenis Kalimat Tanggapan
Ada dua jenis kalimat tanggapan, yaitu pujian dan kritik. Kamu pasti udah tau perbedaannya, ya kan? Karena dalam kehidupan sehari-hari pun, kita pernah mengungkapkan kalimat tersebut.
1. Pujian
Pujian merupakan pernyataan yang menyatakan penghargaan atau keunggulan sebuah hal tertentu. Jadi, kalimat pujian itu digunakan untuk memuji suatu hal yang emang layak untuk dipuji. Misalnya, pada tugas prakarya sekolah, temanmu membuat karya yang bagus sekali. Nah, kamu bisa mengungkapkan pujian untuk karya temanmu itu, ya.
Kalau pada teks tanggapan, contoh kalimat pujian bisa seperti ini:
"Menurut saya, novel ini sangat bagus. Penyajian alurnya tidak umum, tetapi sangat mudah dipahami."
Paham, ya? Kita lanjut ke jenis kalimat tanggapan yang kedua.
2. Kritik
Kritik merupakan tanggapan yang disertai dengan pertimbangan baik dan buruk terhadap suatu hal. Ingat ya, saat kita memberikan kritik pada suatu hal, bukan berarti kita mencela hal tersebut. Tanggapan kritik harus disertai alasan yang jelas dan membangun, bukan malah menjatuhkan. Nah, dalam menyampaikan kritik, kita juga bisa memberikan saran atau solusi.
Contoh kalimat kritik pada teks tanggapan, salah satunya seperti ini:
"Desain tas itu memang bagus dan tidak biasa, tetapi harganya sangat mahal. Tentunya hanya terperuntukkan bagi masyarakat golongan atas yang mampu membelinya."
Struktur Teks Tanggapan
Nah, setelah kamu mengetahui jenis kalimat pujian dan kritik pada teks tanggapan, sekarang kita pelajari mengenai struktur teks tanggapan, ya. Teks tanggapan memiliki tiga struktur, yakni konteks, deskripsi, dan penilaian. Kita simak penjelasan lengkapnya berikut!
1. Konteks
Konteks merupakan bagian awal teks tanggapan yang berisi pernyataan umum atau penjelasan tentang hal, peristiwa, ataupun objek yang akan disampaikan atau ditanggapi oleh penulis. Penjelasan pada konteks ini bisa berupa jawaban dari pertanyaan, seperti:
Apa yang ditanggapi?
Kapan peristiwa tersebut terjadi? atau
Di mana peristiwa tersebut terjadi?
2. Deskripsi
Deskripsi berisi informasi mengenai alasan yang mendukung pernyataan ataupun menolak pernyataan. Di bagian ini juga bisa memuat identifikasi dan klasifikasi. Jadi, kita bisa memasukkan jenis, ciri, atau bagian-bagian dari sesuatu yang kita tanggapi di dalam teks.
3. Penilaian
Bagian penilaian akan berisi pernyataan yang mengungkapkan penilaian, berupa pujian atau kritik. Tentunya, kalimat pujian atau kritik yang disampaikan, harus disertai fakta dan data yang mendukung. Jadi, bukan berdasarkan atas pendapat pribadi, ya.
Contoh Teks Tanggapan
Pesawat Kepresidenan
Keinginan pemerintah Indonesia untuk memiliki pesawat khusus kepresidenan sudah lama ada. Sekarang keinginan Pemerintah tersebut sudah direalisasikan meskipun mendapat tanggapan yang beragam dari masyarakat. Pesawat berkategori Boeing Business Jet 2 (BJJ2) 737-800 itu sudah berada di tanah air sejak Kamis, 10 April 2014. Dengan gagah pesawat modern itu mendarat di bandara Halim Perdanakusuma.
Meskipun tidak semewah Air Force One, pesawat tersebut tetap merupakan pesawat baru dengan perlengkapan baru yang modern. Warna pesawat itu didominasi biru di punggungnya dan putih di lambungnya. Garis lengkung merah putih sebagai garis batas dua bagian. Tulisan REPUBLIK INDONESIA terpampang di sisi kanan dan kiri pesawat.
Ada banyak alasan yang memperkuat bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan. Alasan ekonominya adalah pesawat tersebut memiliki biaya operasional yang sangat tinggi. Alasan sosialnya adalah pada saat rakyat belum terentaskan dari kemiskinan para pejabat menikmati fasilitas negara yang mewah. Alasan keamanan dan politiknya adalah saat ini dengan pesawat komersial keamanan pejabat masih dapat tertangani dengan baik.
Penanggap sebenarnya sepakat dengan kesimpulan bahwa saat ini bukan waktu yang tepat untuk memiliki pesawat kepresidenan sendiri. Akan tetapi, alasan yang tepat sebagai tanggapan terhadap permasalahan tersebut juga merupakan hal yang sangat rasional. Penulis juga menambahkan jika pembelian pesawat kepresidenan sangat relevan dengan kebutuhan mobilitas, keamanan, kenyamanan, dan efektivitas kegiatan presiden yang sangat padat itu.
mengungkap kan pengalaman dan gagasan dalam bentuk cerita pendek
DALAM BENTUK CERITA PENDEK
Pada kegiatan ini siswaa akan berlatih untuk mengungkapkan penggalamannya melalui teks cerita pendek (cerpen) dengan lengkap berdasarkan struktur dan ciri kebahasaan yang baik. Sebelum mulai mengungkapkan pengalaman dengan cara menyusun teks cerpen, terlebih dahulu akan dipaparkan mengenai materi untuk menambah wawasan dan pengetahuan siswa. Dalam hal ini terkait dengan penyusunan teks cerpen harus sesuai dengan kerangka.
Penyusunan kerangka (out line atau mind map) merupakan hal penting dalam proses penyusunan teks cerpen. Kerangka karangan akan membantu Anda mempermudah penyusunan gagasan sehingga cerpen yang Anda buat tersusun secara sistematis, gagasan tidak meloncat-loncat, dan akur mengalir sehingga mudah dipahami isinya. Adapun kerangka pada penyusunan teks cerpen adalah sebagai berikut: a. Observasi Pada tahapan observasi ini ialah langkah awal pada penulisan sebuah cerpen yang dilakukan secara langsung, yaitu mengamati objek-objek peristiwa seharihari dan memilih salah satu untuk menjadi tokoh utama pada cerpen tersebut. b. Menentukan Judul dan Tema pada Cerpen Pada tahapan kedua ini ialah menentukan sebuah judul dan tema apa yang akan dibuat pada cepen. Untuk membuat cerpen semenarik mungkin, penulis akan memilih tema yang menarik seperti tema, olahraga, sosial maupun budaya. c. Menentukan Latar Balakang Cerpen Ketika tema sudah dibuat, maka latar belakang cerpen mengikuti alur pada tema yang dipilih oleh penulis. d. Menentukan Tokoh Menulis sebuah cerita, maka tokoh sangat penting dalam menulis.
sebuah cerita. Dalam menentukan tokoh, penulis menentukan sifat dan karakter tokoh tersebut yang sesuai dengan alur cerita. e. Menciptakan Konflik
Dalam sebuah cerita pasti kita disuguhkan dengan beberapa konflik di dalamnya, maka penulis membuat beberapa alur cerita terjadi konflik agar cerita tersebut tidak monoton. Penulis memilih konflik yang menarik pada alur cerita tersebut, karena dalam menulis sebuah cerpen terdapat sebuah konflik yang ditemukan titik penyelesaian konflik tersebut. f. Menentukan Sudut Pandang
Penulis menggunakan sudut pandang untuk menyajikan latar belakang, tokoh dan peristiwa pada cerita cerpen dan membentuk sebuah karya fiksi. g. Menentukan Alur
Alur sangat dibutukan dalam penulisan cerita, maka penulis memilih alur yang sangat menarik agar pembaca tidak merasakan jenuh. Berdasarkan beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa tahap atau langkah menulis cerpen pada umumnya terdiri atas 3 tahapan. Tahap penulisan cerpen meliputi tahap prapenulisan, penulisan dan pascapenulisan. Berdasarkan teori tersebut, langkah menulis cerpen dengan menggunakan teknik urai unsur intrinsik dapat dirumuskan sebagai berikut. 1. Tahap Pra-Penulisan
Pada tahap prapenulisan dilakukan penentuan tema dan pengumpulan informasi yang diperlukan dalam cerpen.
Informasi-informasi tersebut berupa unsur intrinsik sebagai unsur pembangun cerpen. Kegiatan yang dilakukan dalam langkah ini yaitu menguraikan unsur intrinsik. Kegiatan menguraikan unsur intrinsik dimulai dengan: a. menulis topik utama berupa kata kunci “unsur intrinsik” di tengah, b. menghubungkan topik utama dengan lima cabang utama meliputi cabang alur, cabang tokoh, cabang latar, cabang sudut pandang, dan cabang amanat, c. menghubungkan cabang utama dengan cabang tingkat satu, cabang tingkat satu dengan cabang tingkat dua, dan seterusnya, dan,
d. satu kata kunci untuk setiap garis pada cabang. Informasi yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut kemudian dicacat dalam sebuah tabel. 2. Tahap Penulisan
Tahap ini dimulai dengan kegiatan menulis kalimat pertama.
Untuk mempermudah siswa, menulis kalimat perta-ma dapat dilakukan dengan menjelaskan tokoh utama dalam cerpen.
Langkah berikutnya dalam tahap penulisan yaitu, menyusun paragraf orientasi, komplikasi dan resolusi. Penyusunan paragraf dilakukan dengan menghubungkan seluruh informasi yang sudah diurai dan disusun dalam tabel. 3. Tahap Pasca-Penulisan
Setelah paragraf tersusun kemudian disunting bahasa dan penggunaan tanda baca. Menurut Korrie Layun Rampan (1995:54), langkah menulis teks cerita pendek adalah sebagai berikut. a. Menentukan ide atau tema. Ide yang muncul sebaiknya dicatat agar tidak susah untuk menyusun. b. Menyusun garis besar kerangka karangan. Kerangka merupakan gambaran mengenai jalan cerita yang akan dibuat menjadi sebuah cerita. Ditulis apa adanya, berdasarkan ide yang diperoleh dari awal sampai akhir. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini di antaranya: 1) Pemilihan tokoh dan penokohan yang menjadi tulang punggung cerita 2) Memilih latar 3) Menentukan alur c. Mengembangkan kerangka karangan. Pada tahapan mengembangkan kerangka karangan ini, penulis mengembangkan kerangka dan jangan berhenti untuk melihat tulisan yang sudah dibuat. d. Merevisi. Sesudah selesi menulis, baru boleh dibaca untuk diketahui kekurangan dan kelebihan tulisan.
Modifikasi Cerpen
Ubahlah teknik penceritaan kutipan cerpen berikut menjadi sudut pandang orang ketiga. Saat mengubah menjadi sudut pandang orang ketia, diperbolehkan untuk mengubah kalimat. Akan tetapi, perubahan kalimat tersebut tidak akan mengubah maknanya.
Ketika akhirnya api padam, saya rasakan pedih yang luar biasa menjalar dari punggung hingga ke leher. Baju yang saya kenakan habis sepertiganya, sementara sebagian kainnya yang gosong menyatu dengan kulit. Sahabat saya itu tanggap melingkupi tubuh saya dengan seragam coklatnya melihat saya mulai menangis dan menggigil antara kesakitan dan kedinginan. Lalu dengan suara bergetar, dia mencoba membuat isyarat dengan mulutnya. Sayang, tidak ada seorang pun yang mendekat dan dia sendiri kemudian mengakui bahwa kami telah terlalu jauh berjalan. Sadar saya membutuhkan pertolongan secepatnya, dia menggendong saya di atas punggungnya lalu berlari sembari membujuk-bujuk saya untuk tetap tenang. Napasnya memburu kelelahan, tapi rasa tanggung jawab yang besar seperti memberinya kekuatan berlipat. Saya langsung dilarikan ke puskesmas kecamatan. Seragam coklat Pramuka yang melingkupi tubuh saya disingkirkan entah ke mana oleh mantri. Tidak pernah terlintas di pikiran saya untuk meminta kepada Ayah agar menggantinya setelah itu. Dari yang saya dengar selama hampir sebulan tidak masuk sekolah, beberapa kali dia terpaksa membolos di hari Jumat dan Sabtu karena belum mampu membeli gantinya.
Melanjutkan Cerpen
Lanjutkan cerpen berjudul “Si Miskin Bersekolah” secara bebas. Kemudian tentukan bagaimana cerita pendek tersebut berakhir! Apakah berakhir dengan kesenangan atau kesedihan. Si Miskin Bersekolah Oleh Indah Tri Lestari
Sudah delapan bulan Yahya masih saja teringat dengan ayahnya yang meninggal karena kanker yang dideritanya, Yahya adalah anak petani buta huruf yang harus memikirkan bagaimana cara untuk memenuhi kebutuhannya. Kini Yahya hanya tinggal bersama dengan ibunda tercinta.
Tinggal di gubuk bambu yang sangat minim dan harus melakukan lagi renovasi. Di desa Pagarbanyu, dan pada saat itu belum ada listrik di desa tersebut
Pada saat malam Yahya hanya bisa membaca buku yang ditemukan di tumpukan tempat sampah pinggir sekolah dan hanya di sinari oleh lampu minyak yang memberikan cahaya merah di mukanya. Sedangkan ibunya yang selalu menemani sang anak tercinta dengan menyanding sepotong obat nyamuk bakar agar anaknya dapat fokus dalam membacanya.
Pagi itu, Yahya ingin sekali bersekolah, tetapi dengan kondisi keuangan yang tidak mencukupi, yahya sementara itu tidak bisa melanjutkan sekolah. Ibunya yang sehari-hari mencari nafkah dengan bekerja di sawah milik juragan Toni. “Bu kapan aku bisa sekolah seperti teman-teman yang lain?” kata Yahya dengan menatap ibunya dengan penuh harapan. “Sabar ya nak, nanti kalau tabungan ibu udah cukup buat biaya sekolah yahya . secepatnya Yahya bisa sekolah..” katanya.
Dengan melihat ibunya bekerja keras demi membantu ekonomi keluarganya , Yahya hanya bisa membantu ibunya bekerja disawah. Semenjak ayahnya meninggal ekonomi keluarga bu Saji tidak stabil. Sehingga membuat mereka berusaha keras mengumpulkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dan berharap mendapatkan rezeki lebih agar Yahya bisa sekolah kembali.
Yahya pun tidak sekedar membantu ibunya di sawah, tetapi juga dia memilih untuk berjualan Koran. Ketika Yahya menjajakan korannya, tidak menyangka dia bertemu dengan temannya yang bernama Difa dia anak salah satu guru. Dengan melihat Difa sudah memakai seragam sekolah yang rapi dan lengkap dengan membawa tas dan tak lupa membawa bekal makan siang - Cerpen Tema Pendidikan tentang Sekolah. Yahya merasa iri hati melihat Difa yang bisa bersekolah dan mempunyai banyak teman.
Membuat Cerpen
Buatlah cerita pendek yang mengangkat kehidupan remaja di daerahmu. Tokoh remaja yang tidak memiliki orang tua, tetapi harus mengurus adiknya. Cara ia sekolah, mencari nafkah, dan mengurus adiknya. Suatu saat adiknya meminta dibelikan kue dan es krim di hari ulang tahunnya. Ia ingin membuat adiknya bahagia, tetapi tidak punya uang untuk memenuhi persyaratan adiknya. Apa yang harus dilakukannya? Masalah apa yang terjadi? Bagaimana akhir dari ceritamu? Sebelum itu, tentukan terlebih dahulu pesan moral atau amanat yang ingin kamu sampaikan kepada pembaca: kerja keras, kejujuran, percaya kepada Tuhan, atau kasih saying. Jika menemukan ide lain yang menurutmu menarik, konsultasikan dengan gurumu.
menelaah struktur dan aspek kebahasaan cerita pendek
A. Menelaah Teks Cerpen berfokus pada Struktur Teks Cerita Pendek
1. Struktur Cerpen
struktur teks cerpen terdiri atas orientasi, rangkaian peristiwa, komplikasi, dan resolusi. Diagram berikut ini diharapkan dapat mempermudah pemahaman mengenai struktur teks cerpen.
Orientasi adalah struktur yang berisi pengenalan latar cerita. Bagian ini berkaitan dengan latar tempat, waktu, alur, hingga latar suasana.
Latar digunakan pengarang untuk menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca. Dengan kata lain, latar merupakan sarana pengekspresian watak, baik secara fisik maupun psikis.
Rangkaian peristiwa yaitu kisah berlanjut melalui rangkaian peristiwa tak terduga.
Komplikasi adalah cerita bergerak seputar konflik atau masalah yang memengaruhi latar waktu dan karakter. Tokoh utama mengarah ke solusi.
Resolusi adalah solusi untuk masalah atau tantangan dicapai berhasil. Cara pengarang mengakhiri cerita.
2. Contoh Menelaah Teks Cerpen berfokus pada Struktur Teks Cerpen tentang “kegigihan.”
Gigih adalah modal meraih kesuksesan nilai karakter ini penting agar siswa terbiasa menjalani kesulitan dalam kehidupan nya.
Seperti dalam cerita di bawah ini tentang anak pemulung yang gigih dan menjadi sukses.
Jangan malu Menjadi Orang Miskin
Penggalan Cerpen:
Aku anak seorang pemulung dan pekerja buruh. Ayahku buruh pabrik dan ibuku sering bekerja mengumpuli barang bekas, untuk menambah biaya sekolah dan kehidupan aku dan adik-adikku.
Namun aku bahagia dan selalu bersyukur. Aku memiliki kedua orang tua yang baik dan penyayang.
Struktur cerpen dan alasannya:
Orientasi (Bagian ini menerangkan tentang keadaan tokoh “aku” dan berkaitan dengan latar tempat, waktu, hingga latar suasana. Latar digunakan pengarang untuk menghidupkan cerita dan meyakinkan pembaca).
Penggalan Cerpen:
Banyak anak yang belum tentu seberuntung aku. Tidak punya ayah maupun ibu. Walau aku selalu tidak percaya diri dengan keadaan kami tapi aku tetap berjuang dan belajar sebaik mungkin agar menjadi anak yang membanggakan orang tua.
Dan aku menjual kue di sekolah. Kue apa saja yang dibuat ibu, aku jual di kelas ke teman-temanku. Walau tidak banyak cukup buat di tabung membayar uang sekolah. Kadang pisang goreng, bakwan dan lapis.
Aku tidak malu, aku membawanya dengan plastik besar setiap istirahat aku menawarkannya ke kawan-kawan.
Aku heran melihat teman-teman yang hidup berkecukupan namun tidak mau rajin belajar dan bersyukur.
Ternyata benar kesungguhan dan pantang menyerah membuat siapa saja menjadi bahagia.
Kini aku duduk bangku mahasiswa untuk meneruskan beasiswa aku ke jenjang magister. Penggalan kisah diriku tadi adalah kisah waktu aku duduk di SD.
Walau kini ayahku telah tiada namun semua pengorbanan ayahku tidak akan aku sia-siakan. Kini aku telah bekerja di sebuah perusahaan.
Struktur Cerpen dan alasannya:
Rangkaian peristiwa (berisi kisah berlanjut melalui rangkaian peristiwa tak terduga).
Penggalan Cerpen:
Cukup untuk membiayai ibu dan adik-adikku sekolah. Aku sangat bersyukur karena selama ini banyak kemudahan yang Allah berikan padaku.
Sekali lagi aku ingin katakan jangan malu menjadi orang miskin. Yang malu apabila diri kita tidak mampu menjadi orang yang tidak berguna.
Struktur Cerpen dan alasannya:
Komplikasi (berisi cerita bergerak seputar konflik atau masalah yang memengaruhi latar waktu dan karakter. Tokoh utama mengarah ke solusi).
Penggalan Cerpen:
Walaupun aku telah sukses aku tetap meyakini kalau aku adalah anak miskin seorang pemulung yang tetap bersyukur dan belajar terus menerus agar menjadi orang yang sukses.
Struktur Cerpen dan Alasannya:
solusi (berisi masalah atau tantangan dicapai berhasil. Cara pengarang mengakhiri cerita.
B. Menelaah Teks Cerpen berfokus pada Kebahasaan Cerita Pendek
Kaidah kebahasaan teks cerpen adalah unsur-unsur yang membangun teks tersebut. Beberapa kaidah kebahasaan teks cerpen antara lain ragam Bahasa sehari-hari, kosakata, majas atau gaya bahasa, dan kalimat deskriptif.
1. Ragam bahasa sehari-hari atau bahasa tidak resmi
Cerpen merupakan cerita fiksi bukan karangan ilmiah (nonfiksi) yang harus menggunakan bahasa resmi.
Cerpen mengisahkan kehidupan sehari-hari. Kalimat ujaran langsung yang digunakan sehari-hari membuat cerpen terasa lebih nyata.
Contoh:
Banyak yang tidak suka dengan kami karena kami suka ribut. Tapi kami bukan orang yang suka ngeributin. Ingat kata pak guru, murid yang ribut pasti pintar.!!!! Hehehe lihat ributnya dulu.
Nama temen geng aku: Dery, Eko, Feri, Fey dan Tony. Kami dipertemukan dalam club bola di sekolah. Semua guru pasti senang jika tim kami tampil apalagi teman-teman yang lain.
Meski kami bukan anak pintar dan jenius tapi prinsip kami semua pintar dalam bidang yang berbeda.
2. Kosakata
Seorang penulis cerpen harus mempunyai banyak perbendaharaan kata. Pilihan kata atau diksi sangatlah penting karena menjadi tolak ukur kualitas cerpen yang dihasilkan.
Diksi menambah keserasian antara bahasa dan kosakata yang dipakai dengan pokok isi cerpen yang ingin disampaikan kepada pembaca.
Contoh:
Kosakata dalam cerpen “Juru Masak”
1. Kenduri: perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, minta berkat, dan sebagainya; selamatan
2. helat: orang yang datang menghadiri suatu pesta perkawinan dan sebagainya; tamu
3. handal (tidak baku. bentuk baku, andal): dapat dipercaya; memberikan hasil yang sama pada ujian atau percobaan yang berulang.
4. empedu: zat yang dihasilkan hati yang berguna untuk mencerna lemak; perkataan atau ucapan yang pedas dan menyakitkan hati (perasaan)
5. rantau: pantai sepanjang teluk (sungai); pesisir (lawan darat); daerah (negeri) di luar daerah (negeri) sendiri atau daerah (negeri) di luar kampung halaman; negeri asing
6. pinang: meminta seorang perempuan (untuk dijadikan istri); melamar
7. honorer: bersifat menerima honorarium (bukan gaji tetap).
8. induk semang: (1) orang perempuan yang mengambil orang lain (bukan keluarga) menjadi karib baiknya; (2) orang yang memberi pekerjaan; majikan; (3) orang yang memegang rumah (mengusahakan, menyelenggarakan) pemondokan.
3. Majas (Gaya Bahasa)
Peristiwa pemakaian kata yang melewati batas-batas maknanya yang lazim atau menyimpang dari arti harfiahnya.
Majas disebut juga bahasa berkias yang dapat menghidupkan atau meningkatkan efek danmenimbulkankonotasi tertentu.
Terdapat sekitar enam puluh gaya bahasa, namun Gorys Keraf membaginya menjadi empat kelompok, yaitu majas perbandingan (metafora, personifikasi, depersonifikasi, alegori, antitesis).
Majas pertentangan (hiperbola, litotes, ironi, satire, paradoks, klimaks, antiklimaks).
Majas pertautan (metonimis, sinekdoke, alusio, eufemisme, ellipsis).
Terakhir majas perulangan (aliterasi, asonansi, antanaklasis, anafora, simploke).
Contoh:
Ketika kemudian dengan keramahan yang tidak dibuat-buat dipersilakannya saya untuk masuk, tanpa ragu-ragu saya memilih langsung menuju amben di seberang ruangan.
Nikmat rasanya duduk di atas balai-balai bambu beralas tikar pandan itu.
Diapun lalu turut duduk, tapi pandangannya justru diarahkan ke luar jendela, pada pohon-pohon cengkeh yang berderet seperti barisan murid kelas kami dahulu saat mengikuti upacara bendera tiap isnin.
Saya paham, kejutan ini pastilah membuat hatinya diliputi keharuan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dia butuh untuk menetralisirnya sebentar.
Saya tersenyum. Hanya sebentar kecanggungan di antara kami sebelum kata-kata obrolan meluncur seperti peluru-peluru yang berebutan keluar dari magasin.
Bertemu dengannya, mau tidak mau mengingatkan kembali pada pengalaman kami dahulu. Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat diingatan saya.
Tentu dia mengingatnya pula, bahkan saya yakin rasa yang diidapnya lebih besar efeknya. Karena sebagai seorang sahabat, dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya.
Kalimat “nikmat rasanya duduk di atas balaibalai..” merupakan penggunaan majas perbandingan. Kata “nikmat” umumnya digunakan untukmenunjukkan cita rasa yang dibandingkan terhadap sesuatu.
Kemudian pada kalimat “pohon-pohon cengkeh yang berderetseperti barisan murid kelas kami,” menggunakan majas personifikasi.
Untuk kalimat “hatinya diliputi keharuan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” menggunakan majas hiperbola.
Kalimat “Dia butuh untuk menetralisirnya sebentar,”kata “menetralisir “ menggunakan kalimat majas personifikasi.
Dan kalimat “kata-kata obrolan meluncur seperti peluru-peluru,”menggunakan majas personifikasi. Sedangkan, kalimat
“Pengalaman yang menjadikan dia, walau tidak setiap waktu, selalu lekat diingatan saya”, menggunakan majas sinekdoke.
Kemudian kalimat “rasa yang diidapnya lebih besar efeknya”, menggunakan majas hiperbola. Kalimat terakhir “dia jelas jauh lebih tulus dan setia daripada saya,” menggunakan majas litotes.
4. Kalimat Deskriptif
Kalimat deskriptif adalah kalimat yang melukiskan atau menggambarkan sesuatu. Dalam cerpen, kalimat deskriptif digunakan untuk menggambarkan suasana, tempat, tokoh dalam cerita.
Contoh:
Deni duduk termenung di meja belajarnya. Jam dinding menunjuk angka 4. Petang ini, Ia berniat akan belajar semaksimal mungkin.
Karena besok akan diadakan PTS atau penilaian tengah semester akan dilaksanakan serentak.
Deni tampak bingung mau mulai belajar darimana. Langsung saja ia membuka tas dan ternyata ada soal ulangan tahun lalu yang baru saja ia fotokopi tadi siang dari kawan nya.
menyimpulkan unsur-unsur pembangun karya sastra cerpen
Menyimpulkan Unsur-unsur Cerita Pendek
Kalian mungkin pernah mempelajari tentang unsur atau nilai intrinsik dan ekstrinsik pada cerpen, bukan? Tapi ketika kita ingin memahami isi cerpen secara mendalam dan ringkas, ada baiknya kita berfokus pada unsur-unsur intrinsik terlebih dahulu.
Unsur intrinsik bisa dibilang merupakan bagian penyusun cerita pendek yang secara eksplisit tertuang di dalam teks. Nilai-nilai intrinsik yang dapat kita temukan dalam cerpen termasuk tema, latar, alur, penokohan, sudut pandang, dan amanat.
Tema merupakan ide pokok cerita yang menentukan nada dan pembawaan cerita. Tema dapat berupa kata tunggal maupun frasa. Biasanya, tema juga berkaitan dengan amanat cerita.
(Baca juga: Mengenal Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Cerita Pendek)
Kedua adalah latar. Latar adalah dimensi berlangsungnya cerita, baik itu dari latar waktu, tempat, maupun suasana. Sering kali ketiganya perlu dideskripsikan dengan jelas agar pembaca memahami kejadian-kejadian yang berlangsung dalam cerita.
Ketiga adalah alur. Alur merupakan susunan penuturan cerita. Alur terdiri dari tiga macam, yaitu alur maju, alur mundur, dan alur campuran. Alur maju menceritakan kejadian secara kronologis, yaitu dari perkenalan, konflik, dan penyelesaian secara berurutan. Alur mundur memulai cerita dari penyelesaian, kemudian membawa pembaca ke kejadian di masa lampau. Terakhir, alur campuran yang menggabungkan keduanya. Di satu bagian cerita dituturkan secara kronologis, tapi di bagian lain membahas masa lalu.
Unsur keempat adalah tokoh dan penokohan. Tokoh merujuk kepada karakter dan pelaku cerita, sementara penokohan adalah sifat-sifat dari para tokoh. Secara ringkas, tokoh dapat dibagi menjadi dua, yaitu tokoh utama dan tokoh pendukung atau tambahan. Tokoh utama adalah tokoh yang melakukan interaksi langsung atau menghadapi konflik. Sementara itu, tokoh pendukung disediakan untuk membantu maupun melawan tokoh utama sepanjang cerita.
Kelima adalah sudut pandang. Sudut pandang menentukan cara cerita dituliskan, yaitu dari sudut pandang orang pertama (“aku”), orang kedua (“kamu), atau orang ketiga (“dia”). Sudut pandang orang ketiga dibagi lagi menjadi dua, yaitu sudut pandang orang ketiga serbatahu dan orang ketiga pengamat.
Ketika menggunakan sudut pandang orang ketiga serbatahu, pembaca akan mengikuti kegiatan tokoh-tokoh dalam cerita secara bergantian, sehingga pembaca mengetahui semua yang terjadi dalam cerita dari berbagai sudut pandang tokoh. Sementara itu, sudut pandang orang ketiga pengamat hanya berpatokan pada satu tokoh saja dan mengikutinya hingga akhir cerita.
Terakhir adalah amanat, yaitu pesan yang bisa didapat dari cerita. Terkadang, pesan cerita bisa berkaitan dengan tema cerita. Misalnya, ketika tema cerita adalah balas dendam, bisa saja amanat yang ingin disampaikan adalah supaya kita bisa mudah memaafkan orang lain.
mengidentifikasi unsur pembangun karya sastra dalam teks cerpen
1. Unsur Intrinsik
Unsur intrinsik adalah unsur pembangun dari dalam cerpen. Unsur intrinsik adalah unsur penting yang tidak boleh dilewatkan dalam karya sastra. Komponen-komponennya terdiri dari tema, tokoh atau penokohan, alur cerita, latar, gaya bahasa, sudut pandang, dan amanat.
a. Tema
Tema merupakan ide dasar cerita, yang melatarbelakangi keseluruhan isi cerpen. Dalam cerpen, biasanya tema jarang dituliskan secara tersurat oleh pengarangnya. Tema memiliki sifat umum, oleh karena itu tema banyak diambil dari lingkungan sekitar, kisah pribadi seseorang, sejarah, dan lain-lain.
b. Tokoh dan Penokohan
Tokoh merupakan orang yang berperan dalam cerita. Sedangkan, pengertian penokohan adalah teknik atau cara pengarang dalam menggambarkan dan mengembangkan karakter tokoh dalam cerita. Penokohan tokoh dalam cerita biasanya terbagi menjadi tiga karakter, yakni protagonis (baik), antagonis (kurang baik/ buruk), dan tritagonis (netral).
c. Alur (Plot)
Alur adalah jalan pola pengembangan atau rangkaian peristiwa yang terjadi dalam cerita. Adanya alur menjadikan cerita akan menjadi kesatuan yang utuh. Pola pengembangan cerita suatu cerpen haruslah menarik, sehingga pembaca dapat terdorong untuk membaca cerita sampai akhir.
d. Latar
Latar atau setting dalam cerpen meliputi tempat, waktu, dan peristiwa. Latar digunakan untuk memperkuat keyakinan pembaca terhadap jalanya suatu cerita. Latar dalam suatu cerita bisa bersifat faktual, maupun imajinatif.
e. Gaya Bahasa
Penggunaan gaya bahasa adalah cara mengungkapkan perasaan atau pikiran dengan tujuan memberikan efek pada para pembacanya. Selain itu, gaya bahasa juga digunakan salam menciptakan suatu nada, dan suasana persuasif, serta dialog supaya mampu memperlihatkan interaksi sekaligus hubungan antar tokoh. Gaya bahasa disebut dengan majas.
Banyak sekali macam-macam majas, contohnya adalah majas alegori, hiperbola, personifikasi, dan lain sebagainya.
f. Sudut Pandang
Sudut pandang adala ciri khas atau strategi yang digunakan oleh pengarang dalam menyampaikan cerita. Sudat pandang terdiri dari orang pertama, kedua, dan ketiga. Tidak menutup kemungkinan juga, pengarang menggunakan sudut pandang orang yang berada di luar cerita.
g. Amanat
Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembacanya. Umumnya, amanat dalam cerpen bersifat tersirat. Misalnya, tema cerita tentang perjuangan pahlawan akan berisi amanat tentang menumbuhkan sifat pantang menyerah, dan semangat mempertahankan kemerdekaan.
2. Unsur Ektrinsik
Unsur ektrinsik adalah unsur yang berada di luar cerpen, meliputi norma yang berlaku di masyarakat untuk memenuhi hidupnya. Unsur ekstrensik menjadi bagian penting bagi pengarang, dalam membuat suatu cerita.
Adapun komponen unsur ekstrinsik cerpen adalah sebagai berikut:
a. Latar Belakang Masyarakat
Latar belakang masyarakat merupakan pandangan ideologi suatu masyarat pada negara, seperti kondisi politik, kondisi ekonomi, dan kondisi sosial.
b. Latar Belakang Penulis
Latar belakang penulis merupakan riwayat hidup penulis atau pengarang cerita tersebut, misalnya psikologis, dan aliran sastranya.
c. Nilai-nilai
Nilai yang dimaksudkan adalah nilai yang merupakan unsur ekstrinsik. Nilai tersebut meliputi nilai moral, nilai agama, nilai sosial, dan nilai budaya.
menuangkan gagasan, pikiran, arahan atau pesan dalam teks pidato persuasif
Pidato persuasif merupakan pidato yang bertujuan untuk mempengaruhi pendengar atau audiens agar melakukan atau memberikan perhatian mereka terhadap anjuran yang disarankan dalam tujuan penyampaian pidato tersebut. Agar para audiens atau pendengar mau melakukan apa yang ada dalam isi pidato, maka pidato persuasif harus menyajikan argumen yang logis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Pada umumnya, untuk menyampaikan pidato persuasif ini maka dibutuhkan kemampuan berbicara. Selain itu, dibutuhkan seni merangkai kata yang tepat sehingga apa yang disampaikan orang yang berpidato bisa tersampaikan dengan baik. Adapun dalam menuangkan gagasan, pikiran, arahan, ataupun pesan dalam pidato persuasif ini setidaknya harus melakukan dua tahapan, antara lain :
Membuat Kerangka Pikiran Utama
Setelah melakukan pendekatan dengan tepat terhadap audiensnya, maka tentukan hal-hal utama yang akan disampaikan dalam pidato tersebut. Jumlah hal penting yang dibuat akan menentukan berapa lamanya pidato dan pikiran utama yang harus dibuat setidaknya berkisar tiga hingga empat.
Struktur Isi Pidato Persuasif
Dalam struktur isi ini, setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan antara lain pernyataan posisi, tahap argument, dan penguatan pernyataan posisi.
Pernyataan posisi
Ini merupakan pendapat yang ditulis terhadap suatu permasalahan. Contohnya, posisi penulis terhadap persoalan lingkungan.
Tahap argumen
Dalam mengeluarkan argument pada pidato persuasif perlu didukung dengan alasan-alasan yang logis seperti data, fakta, ataupun kutipan. Urutan dalam penyampaian argument biasa dimulai dari argument yang paling kuat ke yang paling lemah ataupun sebaliknya.
Disamping itu, setiap paragraf yang ditulis pada pidato ini juga harus memiliki topik yang berkaitan satu sama lainnya. Umumnya, topik yang diangkat mengenai hal atau peristiwa yang penting dan patut diperbincangkan kepada khalayak ramai.
Penguatan Pernyataan Posisi
Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan suara, nada, bahasa tubuh, maupun gesture yang sesuai. Selain itu, argument dikembangkan secara logis dan didukung dengan bukti-bukti seperti tabel, foto, dan diagram sehingga akan lebih memudahkan penontoh atau audience untuk memahami apa yang sedang penulis sampaikan.
menelaah struktur dan ciri kebahasaan pidato persuasif
Kaidah kebahasaan teks persuasif dapat juga disebut sebagai karakteristik atau ciri bahasa dari teks persuasif, yaitu:
1. Bersifat mengajak dan memengaruhi.
2. Dicirikan dengan adanya kata-kata persuasi atau bujukan seperti: ayo, mari, dan mendapat imbuhan -lah.
3. Diakhiri dengan tanda baca seru (!).
4. Memuat sejumlah pendapat dan fakta.
6. Dalam teks pidato persuasif banyak menggunakan kata ganti kita, sebagai tanda bahwa tidak ada pembeda antara penulis dengan pembaca. Dengan begitu, bujukan terhadap pembaca atau pendengar akan lebih kuat.
7. Menggunakan kalimat yang bersifat membangun.
8. Menggunakan intonasi yang baik, yang dapat mempersuasi para pendengar.
9. Lafal harus jelas.
contoh teks pidato persuasif
Permukiman tradisional orang Banjar dapat ditemui di daerah yang dilewati oleh sungai besar maupun kecil. Di antara sekian banyak sungai itu maka daerah aliran sungai terpenting dalam sejarah Banjar adalah Sungai Tabalong dan Sungai Martapura.
Konsentrasi permukiman penduduk terdapat di sepanjang sungai itu, mulai Tabalong, Kelua, Alabio, Sungai Banar, Amuntai, Babirik, Nagara, Muara Rampiau, Muara Bahan sampai Banjarmasi
Pada permukiman di tepian sungai, antara rumah satu dengan yang lain dihubungkan dengan titian, dan setiap rumah memiliki batang, yaitu sejenis rakit yang ditempatkan di sungai depan rumah yang berfungsi sebagai tempat mandi, cuci, dan jamban (MCK), serta sekaligus tempat menambatkan jukun
Sungai bagi masyarakat Banjar, khususnya yang tinggal di tepian sepanjang sungai, tidak hanya sebagai tempat arus transportasi atau mobilisasi manusia, tetapi tempat pemasaran komoditas perdagangan dan pemenuhan kebutuhan rumah tangga, seperti air minum, mandi, dan lain-lai
Oleh karena itu sungai perlu dijaga kebersihannya, yaitu tidak membuang sampah ke sungai dan tidak membuat MCK di pinggiran sungai yang menyumbang tercemarnya air sunga
Pencemaran tidak hanya bakteri koli, berbagai limbah yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan kesehatan bagi masyarakat, sebab pemenuhan kebutuhan rumah tangga seperti air minum bersumber pada air sunga
Diharapkan bagi mereka yang tinggal di bantaran sungai membuat kamar mandi permanen agar tinja sebagai biang bakteri koli tidak merembes ke sungai, serta diharapkan tidak membuang sampah pada aliran sunga
Marilah kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita, khususnya menjaga kebersihanair sungai dengan menghindari kebiasaan membuang sampah, termasuk kebiasaan buang air besar di sungai, dengan membuat jamban di ruma
Jadi, mari kita jaga kebersihan sungai kita karena dengan sungai yang bersih, hidup menjadi seha
Demikianlah yang saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Jika ada tutur kata yang salah, saya mohon maaf. Sekian terima kasi
Wassalamualaikum.
mengidentifikasi isi teks pidato persuasif
Saat kamu sedang menghadiri acara atau bahkan mengikuti upacara bendera, pasti kamu akan melihat seseorang yang sedang menyampaikan sesuatu di depan banyak orang. Kegiatan itu disebut pidato, pidato adalah kegiatan berbicara di depan umum yang memiliki tujuan untuk menyampaikan maksud dan pendapatnya mengenai suatu hal. Biasanya seseorang yang sedang berpidato akan membawakan topik mengenai suatu hal yang penting dan patut untuk dibicarakan kepada khalayak ramai. Pidato terdiri dari 4 jenis yaitu ada pidato informatif, pidato argumentatif, pidato reaktif, dan pidato persuasif.
Pidato persuasif adalah pidato yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk melakukan sesuatu. Pidato persuasif berisikan pesan yang disampaikan kepada audiens oleh seorang pembicara untuk mempengaruhi atau mengajak masyarakat. Dalam pidato dapat disampaikan gagasan, isu, konsep, atau produk agar audiens terbujuk
menyajikan teks laporan percobaan
Menyajikan Teks Laporan Percobaan yang Efektif dan Mudah
paket-wisatabromo.com – Apakah kamu pernah melakukan percobaan? Setelah melakukan percobaan, apakah kamu pernah membuat laporan berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan?
Kegiatan menyusun teks laporan percobaan dilakukan inilah disebut dengan menyajikan teks laporan percobaan.
Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai kompetensi dasar mata pelajaran bahasa Indonesia kelas IX, yakni menyajikan teks laporan percobaan.
Sebuah teks laporan menggambarkan sesuatu sesuai fakta tanpa ada opini dan pendapat penulis. Teks ini benar-benar merupakan sebuah teks laporan percobaan yang telah dilakukan.
Teks laporan percobaan termasuk salah satu jenis karya tulis yang berisi informasi. Informasi tersebut merupakan hasil percobaan, pengamatan, dan penelitian.
Sebelum menulis teks laporan percobaan, terlebih dahulu kita membuat kerangka teks nya. Berikut langkah-langkah menyusun kerangka teks laporan percobaan.
1. Menentukan judul percobaan sesuai dengan objek yang diamati atau diteliti.
2. Menyusun tujuan percobaan berdasarkan percobaan yang telah dilakukan.
3. Menyusun teks laporan berdasarkan struktur teks laporan percobaan.
4. Menggunakan bahasa sesuai EYD Bahasa Indonesia dan tata bahasa baku bahasa Indonesia saat menyusun teks laporan percobaan.
Laporan merupakan suatu keterangan mengenai suatu peristiwa atau perihal yang ditulis berdasarkan berbagai data, fakta, dan keterangan yang melingkup peristiwa atau perihal tersebut.
Laporan merupakan bentuk pertanggungjawaban, dokumen, informasi, pengambilan keputusan dan pengawasan.
Menyajikan Teks Laporan Percobaan
Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan untuk menyajikan sebuah teks jenis ini, sebagai berikut.
1. Mengumpulkan data dan bahan yang telah diperoleh
2. Menelaah data dan bahan yang diperoleh.
3. Membuat kerangka teks laporan.
4. Mengembangkan laporan sesuai dengan struktur dan ciri kebahasaan yang tepat.
5. Merevisi teks yang telah ditulis.
Aktifitas terakhir dari kegiatan menulis laporan percobaan adalah merevisi teks.
Ada berbagai aspek yang memungkinkan harus melalui tahap revisi.
Aspek-aspek tersebut dapat dikatagorikan dalam unsur kebahasaan dan nonkebahasaan.
Aspek kebahasaan berkaitan dengan ketepatan penggunaan diksi dan bahasa.
Aspek nonkebahasaan, antara lain berkaitan dengan ketepatan isis dengan tujuan teks, serta kebenaran analisis isi sesuai dengan data dan fakta yang diperoleh selama melakukan percobaan.
Menelaah Struktur Dan Kebahasaan Teks Laporan Percobaan
Menelaah Struktur Dan Kebahasaan Teks Laporan Percobaan
paket-wisatabromo.com – Menelaah merupakan kegiatan mengamati dan mengkaji kesalahan-kesalahan isi, struktur, dan tata bahasa dalam teks.
Jika kamu menemukan kesalahan dalam teks percobaan maka yang harus kamu lakukan adalah segera melakukan perbaikan teks tersebut.
Bagaimana kah caranya? Adapun langkah-langkah yang dapat kamu lakukan saat menelaah atau memperbaiki teks laporan percobaan sebagai berikut.
Menandai kata, kalimat, atau makan kata dan kalimat salah.
Memperbaiki kata, kalimat, atau makna kata sesuai unsur kebahasaan.
Menulis kembali teks tersebut sehingga menjadi teks laporan percobaan yang baik dan benar.
Menelaah Struktur teks Laporan Percobaan
Secara Umum
Secara umum, teks laporan percobaan tersusun menjadi dua bagian yaitu pernyataan umum dan uraian. Berikut penejalasannya.
1. Pernyataan umum (klasifikasi)
Pernyataan umum terletak pada awal teks. Bagian pernyataan umum memberi penjelasan kepada pembaca mengenai konsep dan definisi umum terkait objek yang akan dilaporkan sehingga pembaca paham terkait apa yang akan dibahas pada teks tersebut
menyimpulkan isi teks laporan percobaan
Teks laporan percobaan biasanya dibuat oleh peneliti setelah melakukan percobaan atau eksperimen.
Jenis teks seperti ini biasanya digunakan memberikan informasi kepada orang lain mengenai hasil percobaan yang telah dibuat.
Untuk itu, teks laporan percobaan harus memuat semua proses percobaan/eksperimen dan hasil yang didapat setelahnya.
Melalui teks laporan percobaan ini diharapkan agar pembaca dapat mempelajari percobaan yang dilakukan beserta hasil yang didapatkan.
Dengan demikian, percobaan/penelitian yang kamu lakukan dapat bermanfaat serta menambah pengetahuan bagi orang lain.
Beberapa contoh teks laporan percobaan yang kerap kamu temukan seperti jurnal ilmiah, skripsi, dan tesis.
Langkah-langkah Menyimpulkan Laporan Percobaan
Teks laporan percobaan harus berisi paparan tentang tujuan, proses, dan hasil percobaan yang disusun secara sistematis.
Untuk itu, kamu pun harus teliti dalam menulis hingga memberikan simpulan dalam teks laporan percobaan tersebut.
Diketahui, kesimpulan merupakan unsur utama dalam penulisan teks laporan percobaan.
Di bawah ini adalah langkah-langkah dalam menyimpulkan teks laporan percobaan yang wajib kamu ketahui:
1. Tentukan tema yang diusung dalam laporan terlebih dahulu
2. Kemudian, temukan subyek laporan percobaan
3. Tentukan ide pokok yang terdapat dalam setiap paragraf
4. Temukan informasi penting dari setiap paragaf
5. Terakhir, rangkai ide pokok dan informasi penting tersebut menjadi sebuah teks singkat. Teks inilah yang disebut sebagai simpulan.
mengindentifikasi informasi dari laporan percobaan
A. Mengidentifikasi Informasi dari Laporan Percobaan
Percobaan dilakukan dengan cara melakukan pengamatan guna mengenali/mendeteksi hubungan sebab akibat gejalanya. Sesudah selesai melaksanakan suatu percobaan, kalian pasti harus melaporkan hasilnya ke dalam bentuk teks. Teks inilah yang dikenal sebagai teks laporan percobaan.
1.Definisi Teks Laporan Percobaan
Teks laporan percobaan adalah teks yang berisi paparan tentang tujuan, proses, dan hasil percobaan. Teks laporan percobaan merupakan teks yang menceritakan tentang percobaan yang dilakukan oleh peneliti. Teks laporan percobaan umumnya digunakan untuk melaporkan hasil percobaan, karya ilmiah, atau laporan praktikum. Tujuan teks laporan hasil percobaan adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang hasil percobaan yang telah dibuat. Teks laporan hasil percobaan bersifat umum atau universal. Berikut merupakan ciri – ciri teks laporan percobaan.
a.Melaporkan hasil dari percobaan.
b.Percobaan ilmiah dilaksanakan untuk menguji sesuatu.
c.Teks laporan percobaan berawal dengan menjabarkan tujuan percobaan.
d.Menjabarkan bahan dan alat yang dibutuhkan untuk melasanakan percobaan.
e.Menjabarkan prosedur pelaksanaan percobaan dan melaksanakan pengamatan.
f.Menjabarkan pencatatan hasil dari percobaan.
g.Diakhir laporan dijabarkan simpulan hasil dari percobaan menurut hasil analisis terhadap data hasil dari pengamatan.
2.Fungsi Teks Laporan
Laporan merupakan keterangan atau informasi tentang suatu keadaan atau suatu kegiatan berdasarkan fakta.
Fakta yang diinformasikan itu berkaitan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor.
Fakta yang dilaporkan berdasarkan keadaan obyektif yang dialami sendiri si pelapor (dilihat, didengar, dan dirasakan sendiri)
ketika si pelapor melakukan kegiatan.
Adapun fungsi teks laporan antara lain pertanggungjawaban bagi orang yang diberi tugas, landasan pimpinan dalam mengambil kebijakan/keputusan,
alat untuk melakukan pengawasan, serta dokumen sebagai bahan studi dan pengalaman bagi orang lain.
3.Informasi dalam Laporan Percobaan
Pada sebuah teks laporan percobaan memiliki beberapa informasi yang dapat kita pelajari secara lebih mendalam.
Cara mengidentifikasi informasi dari laporan percobaan, antara lain mengetahui struktur dari teks laporan percobaan,
memuat Informasi berdasarkan fakta (faktual), serta faktualnya berdasarkan hasil penelitian atau pengamatan yang telah dilakukan.
Perhatikan contoh teks laporan percobaan berikut!
Percobaan Menguji Kandungan Boraks dalam Makanan
1.Tujuan
Boraks merupakan kandungan garam Natrium Na2B4O7.10H2O yang sering digunakan
dalam bahan industri nonpangan seperti industri kertas, gelas, pengawet kayu,
antiseptik dan masih banyak lagi.
Borak termasuk bahan beracun dan sangat berbahaya bagi manusia jika dikonsumsi.
Pasalnya di zaman sekarang ini banyak makanan yang menggunakan boraks,
untuk itu di sini kita akan belajar melakukan percobaan biologi sederhana
menguji kandungan boraks dalam makanan.
Tidak sulit untuk melakukannya, mari kita pelajari bersama di bawah ini.
2.Alat dan Bahan
a.Pisau
b.Sampel bakso
c.Pipet tetes
d.Air kunyit
e.Mie
f.Kerupuk
g.Boraks
3. Langkah-langkah
Menguji kandungan boraks pada bakso
Sebelum kita melakukan pengujian borak pada makanan, terlebih dahulu yang harus
kita lakukan adalah membuat air kunyit. Lakukan langkah-langkah berikut.
a.Bakso dilumatkan lalu di angin-anginkan sebentar.
b.Kemudian tetesil bakso dengan air kunyit.
Tunggu beberapa saat, kurang lebih 5 menit. Amatilah perubahan warnanya.
Lakukan juga cara yang sama terhadap makanan yang diduga mengadung boraks,
dan catalah hasi pengamatan.
4.Kesimpulan
Bahan makanan jika ditetesi dengan air kunyit akan mengalami perubahan warna menjadi merah kecoklatan itu menandakan bahan makanan tersebut mengandung boraks. Mengapa makanan tersebut berubah warna merah kecoklatan? Hal itu di karenakan kunyit mengandung kurkumin, sedangkan boraks mempunyai sifat basa yang efeknya jika boraks kita campur dengan kurkumin maka akan menghasilkan senyawa baru yang biasa disebut dengan
boro kurkumin yang mempunyai warna merah kecoklatan.